Semangat “Disiplin, Berani dan Setia” Warnai Kemah Santri Nurul Jadid
Dok. Kwarcab Probolinggo
13-06-2026
251
9
745
Pondok Pesantren Nurul Jadid menggelar kegiatan Kemah Santri dalam rangka Orientasi Santri Kelas Akhir (OSKAR) tingkat SLTP pada 22–24 Mei 2026 di dua lokasi berbeda, yakni Bumi Perkemahan Candi Jabung, Paiton untuk santri putra dan Lapangan Tembak Paiton-TNI AL untuk santri putri. Kegiatan yang mengusung tema “Disiplin, Berani dan Setia” ini diikuti sebanyak 355 peserta, terdiri dari 120 santri putra dan 235 santri putri. Selain menjadi penutup rangkaian materi kepramukaan OSKAR, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun jiwa korsa, kedisiplinan, serta loyalitas santri terhadap almamater pesantren.

Kegiatan kemah tersebut merupakan puncak dari pembinaan Pramuka OSKAR yang telah berlangsung sejak 14 hingga 21 Mei 2026. Selama sepekan, para santri mendapatkan berbagai materi kepramukaan seperti sejarah Pramuka, sandi semaphore, sandi morse, PBB tongkat, tali-temali atau pioneering, sosialisasi kegiatan Kwartir Cabang Probolinggo, hingga persiapan teknis perkemahan.
Pelaksanaan kegiatan berada di bawah koordinasi Tim AdHoc Pelaksana OSKAR yang melibatkan berbagai unsur pimpinan dan satuan kerja pesantren. Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Wakil Kepala Pesantren I KH. Muhammad Imdad Robbani, Wakil Kepala Pesantren II KH. Faiz Abdul Haq Zaini, dan Wakil Kepala Pesantren III Ny. Hj. Nur Diana Kholida selaku pelindung kegiatan.
Dalam keterangannya, Wakil Kepala Pesantren I KH. Muhammad Imdad Robbani menyampaikan bahwa kegiatan kemah bukan sekadar aktivitas rekreatif, melainkan bagian dari pendidikan karakter santri menjelang masa kelulusan.
Menurutnya, kemah santri menjadi media untuk menguatkan jiwa korsa, kedisiplinan, dan loyalitas terhadap almamater pesantren, sekaligus membekali santri dengan nilai-nilai penting kehidupan pesantren sebagai bekal mereka setelah menyelesaikan pendidikan.
.jpeg)
Hari pertama perkemahan, Jumat (22/5), diawali dengan proses cek-in peserta dan pendirian tenda. Suasana kebersamaan mulai terasa ketika para santri bergotong royong menata area perkemahan masing-masing. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan lomba pioneering, shalat berjamaah, apel pembukaan kemah, ice breaking, hingga malam pentas seni yang menjadi ruang kreativitas dan hiburan bagi peserta.
Memasuki hari kedua, Sabtu (23/5), aktivitas dimulai sejak dini hari melalui shalat tahajud berjamaah. Sejak pagi, peserta mengikuti senam kebugaran, bersih lingkungan, apel pagi, serta berbagai lomba kepramukaan seperti PBB tongkat, sandi morse, sandi semaphore, dan hasta karya Pramuka. Kegiatan outbound turut menjadi salah satu agenda yang paling diminati karena melatih kerja sama, keberanian, dan kekompakan antarpeserta.
Pada malam harinya, suasana perkemahan semakin khidmat melalui agenda renungan malam dan api unggun yang dilaksanakan pukul 23.00 WIB. Cahaya api unggun yang menyala di tengah area perkemahan menjadi simbol semangat, persaudaraan, dan pengabdian para santri. Kegiatan kemudian ditutup dengan nonton bersama after movie perjalanan OSKAR yang memunculkan suasana haru sekaligus kebanggaan di kalangan peserta.
Sementara itu, hari terakhir perkemahan, Ahad (24/5), diisi dengan refleksi bersama dan apel penutupan sebelum seluruh peserta kembali ke Pondok Pesantren Nurul Jadid. Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian panjang pembinaan OSKAR tahun 2026.
Ketua Gudep Lengkap Pramuka Nurul Jadid, Kakak Umar Falas, menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sangat baik karena dukungan penuh pimpinan pesantren yang sejak awal ikut mengawal rapat persiapan, proses pelaksanaan, hingga pendampingan di lapangan. Menurutnya, keterlibatan aktif para pembina Pramuka dan pengurus pesantren menjadi faktor penting keberhasilan kegiatan.
“Semoga ini menjadi bentuk nyata pengabdian dan perjuangan kita sebagai pembina Pramuka,” ujarnya.Kegiatan Kemah Santri OSKAR 2026 tidak hanya menjadi ajang penguatan keterampilan kepramukaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, serta solidaritas antarsantri. Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Nurul Jadid berharap para santri mampu tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, berani menghadapi tantangan, serta setia menjaga nilai-nilai pesantren di tengah kehidupan masyarakat.